Bawaslu Sambas Dorong Mahasiswa STIKES Tingkatkan Partisipasi dalam Pengawasan Pemilu
|
Sambas–Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Bawaslu Kabupaten Sambas mendorong mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sambas untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu melalui penguatan partisipasi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 STIKES Sambas, Senin (14/9/2026).
Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, Henny Yusnita, hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertema “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Mengawasi Pemilu Mendatang.”
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Partisipasi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan hak pilih, tetapi juga melalui kepedulian dan keterlibatan dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan dengan ikut mengawasi tahapan Pemilu dan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran,” ujar Yesi.
Menurutnya, pengawasan Pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Bawaslu. Pengawasan yang kuat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keberanian untuk turut mengawasi serta melaporkan dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Semakin banyak masyarakat yang memahami dan terlibat dalam pengawasan, semakin kuat pula upaya bersama dalam menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, Henny Yusnita, mengajak mahasiswa baru STIKES Sambas untuk tidak hanya mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.
“Mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dengan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta ikut menyebarkan informasi kepemiluan yang benar kepada lingkungan sekitarnya,” jelas Henny.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda. Mahasiswa juga memiliki ruang yang luas untuk menjadi agen edukasi kepemiluan dengan menyampaikan informasi yang benar dan mendorong masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi.
Kegiatan PKKMB STIKES Sambas mengusung tema “Akselerasi Generasi Kesehatan Masa Depan Mewujudkan Karakter Medis yang Berilmu, Beradab, dan Bermartabat.” Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Sambas berharap mahasiswa baru tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai warga negara untuk turut menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Sambas terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.
Bawaslu Kabupaten Sambas mengajak mahasiswa untuk tidak menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat yang turut mengawasi, mengawal, dan menjaga integritas Pemilu.
Penulis dan Foto: HK
Editor: Ds