Bawaslu dan KPU Sambas Ajak Mahasiswa Baru UNISSAS Kenali Peran dalam Demokrasi
|
Sambas – Memahami demokrasi tidak cukup hanya dengan mengetahui bagaimana pemilu dilaksanakan. Generasi muda juga perlu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari proses demokrasi. Pesan tersebut disampaikan Bawaslu dan KPU Kabupaten Sambas saat memberikan edukasi kepemiluan kepada mahasiswa baru Universitas Sultan Muhammad Tsafiuddin Sambas (UNISSAS), Rabu (16/9/2026).
Edukasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium Ir. Burhanuddin A. Rasyid. Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas Yesi Mayasanti, S.Pd., M.E., Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas Dr. Henny Yusnita, S.Sos.I., M.Hum., serta Anggota KPU Kabupaten Sambas Aan Sumantri, S.P., M.E., hadir memberikan materi kepada mahasiswa baru yang tengah memasuki lingkungan akademik perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Aan Sumantri membawakan materi “Demokrasi dan Cita-cita Bangsa”. Ia mengajak mahasiswa memahami demokrasi sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus melihat posisi generasi muda dalam menentukan arah kehidupan demokrasi.
Sementara itu, Yesi Mayasanti membawakan materi “Pemilih Pemula”. Di hadapan mahasiswa baru, Yesi menekankan pentingnya membangun pemahaman kepemiluan sejak dini, terutama bagi generasi yang akan menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi.
“Mahasiswa baru merupakan bagian dari generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi. Karena itu, pemahaman tentang kepemiluan perlu dibangun sejak dini agar mahasiswa dapat menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Yesi.
Menurut Yesi, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam mengawal demokrasi. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan hak pilih, tetapi juga melalui kepedulian terhadap informasi kepemiluan, kemampuan menyaring informasi, serta keberanian untuk turut mengawasi proses demokrasi di lingkungan masing-masing.
“Mahasiswa bukan hanya pemilih, tetapi juga bagian dari masyarakat yang dapat ikut mengawal demokrasi,” tambahnya.
Pendidikan kepemiluan di lingkungan perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran pengawasan partisipatif. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang aktif menjaga kualitas demokrasi dan mendorong penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Kegiatan PBAK UNISSAS Tahun Akademik 2026/2027 mengusung tema “Start the Journey, Lead the Change: Membangun Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa yang Adaptif dan Moderat Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sambas terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi dan kepemiluan di kalangan generasi muda. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperluas ruang edukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa mengawal demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa.
Penulis: HK
Foto dan Editor: Ds